Propertifarm Hadirkan Kandang Closed House Terjangkau untuk Peternak Rakyat
Artikel Inovasi
M. Iqram (Mu'Iq)

Propertifarm Hadirkan Kandang Closed House Terjangkau untuk Peternak Rakyat

Meningkatnya suhu akibat perubahan iklim menjadi tantangan serius bagi peternakan ayam pedaging di Indonesia. Kondisi ini membuat ayam lebih rentan mengalami heat stress yang berdampak pada penurunan produktivitas dan peningkatan angka kematian, terutama pada kandang konvensional. Di sisi lain, teknologi closed house dinilai efektif, tetapi biaya investasi yang tinggi membuatnya sulit dijangkau peternak kecil.

Menjawab tantangan tersebut, Propertifarm menghadirkan solusi kandang closed house yang lebih terjangkau dan adaptif bagi peternak rakyat. Inovasi ini dikembangkan melalui modifikasi kandang konvensional dengan memanfaatkan bahan baku serta komponen lokal untuk menekan biaya dan mengurangi ketergantungan impor. Propertifarm juga menerapkan sistem sewa sehingga peternak tidak perlu mengeluarkan investasi awal yang besar.

Gambar: Tampak Depan dan Belakang Kadang Propertifarm

Kandang yang dikembangkan telah dilengkapi fitur otomatisasi seperti air flow system, drinking system, dan temperature system guna menjaga kondisi kandang tetap optimal. Dengan biaya sekitar Rp1.500 per ekor, lebih rendah dibanding produk serupa di pasaran, Propertifarm menawarkan solusi yang lebih efisien dan mudah diakses. Ke depan, inovasi ini juga menargetkan pengembangan teknologi berbasis IoT, AI, serta energi surya untuk mendukung peternakan yang lebih modern dan berkelanjutan.

Direktur Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi UI, Chairul Hudaya menilai inovasi seperti Propertifarm menunjukkan bagaimana riset dapat dihilirkan menjadi solusi nyata bagi masyarakat, sekaligus mendukung penguatan ketahanan pangan nasional.

Dengan pendekatan teknologi yang terjangkau, model bisnis yang inklusif, serta dukungan ekosistem inovasi, Propertifarm diharapkan dapat menjadi solusi berkelanjutan bagi sektor peternakan ayam pedaging di Indonesia, sekaligus mendorong transformasi peternakan rakyat menuju sistem yang lebih adaptif, efisien, dan ramah iklim.