Peneliti Kembangkan Sistem Kendali Kapal Otonom Berbasis Kecerdasan Buatan
Perkembangan teknologi maritim mendorong transformasi kapal permukaan menuju sistem nirawak atau Unmanned Surface Vehicle (USV) yang lebih efisien dan adaptif. Menjawab tantangan pengendalian lintasan kapal yang dinamis, tim peneliti mengembangkan sistem pengendali berbasis Jaringan Saraf Tiruan (JST) yang dipadukan dengan metode Ensemble Kalman Filter (EnKF) dan sensor radar Frequency-Modulated Continuous Wave (FMCW).
Sistem ini bekerja dalam kerangka kendali closed-loop yang memungkinkan kapal tidak hanya merespons kondisi saat ini, tetapi juga memprediksi pergerakan target dan posisi kapal pada langkah berikutnya. Data dari radar FMCW digunakan untuk mendeteksi posisi target secara real-time, kemudian diproses oleh EnKF dan jaringan saraf tiruan untuk menghasilkan sinyal kendali yang lebih presisi.
Keunggulan utama inovasi ini terletak pada kemampuan kontrol prediktif (anticipatory control) yang membuat kapal mampu bergerak lebih stabil dan akurat dibandingkan metode konvensional. Sistem ini juga bersifat adaptif terhadap manuver target serta dapat diterapkan pada berbagai jenis kapal, termasuk kapal dengan sistem propulsi ganda.

Gambar: Pengendali Lintasan Kapal Permukaan Berbasis Jaringan Saraf Tiruan
Secara lebih luas, inovasi ini memiliki potensi besar untuk diterapkan dalam berbagai bidang strategis, baik pada sektor sipil maupun pertahanan. Dalam sektor sipil, teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk kegiatan riset oseanografi, pemantauan lingkungan laut, serta eksplorasi sumber daya perairan secara otomatis. Sementara itu, dalam bidang keamanan maritim, sistem ini dapat mendukung operasi patroli dan pengejaran kapal ilegal dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi. Sejalan dengan hal tersebut, Prof. Dr. Eng. Drs. Benyamin Kusumoputro, M.Eng menyampaikan bahwa, “Harapannya, inovasi ini dapat menjadi dasar pengembangan kapal otonom nasional serta mendukung kemandirian teknologi maritim Indonesia.”
Dukungan terhadap inovasi ini juga disampaikan oleh Chairul Hudaya, Ph.D selaku Direktur Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi Universitas Indonesia. Ia menegaskan bahwa, “Inovasi seperti ini merupakan contoh nyata riset berdampak tinggi yang tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi juga memiliki potensi hilirisasi dan implementasi luas bagi kebutuhan industri serta kemandirian teknologi nasional.” Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi antara riset akademik dan kebutuhan industri dalam mendorong kemajuan teknologi maritim Indonesia.
Melalui pengembangan teknologi ini, tim peneliti berharap sistem kendali kapal otonom berbasis kecerdasan buatan dapat mendukung penguatan teknologi maritim Indonesia, baik untuk kebutuhan riset, pengawasan perairan, maupun keamanan maritim nasional.
Artikel Sebelumnya
Inovasi Biomaterial Miniplate dan Screw Titanium untuk Penan...Artikel Selanjutnya
Inovasi Implan Pergelangan Kaki Berbasis Stainless Steel unt...