Inovasi Biomaterial Miniplate dan Screw Titanium untuk Penanganan Fraktur Wajah
Perkembangan teknologi medis terus mendorong lahirnya inovasi di bidang biomaterial, khususnya dalam penanganan kasus craniomaxillofacial (CMF) seperti fraktur tulang wajah akibat trauma, kecelakaan, maupun rekonstruksi bedah. Menjawab kebutuhan tersebut, tim peneliti mengembangkan produk biomaterial miniplate dan screw berbasis titanium yang dirancang untuk meningkatkan efektivitas, presisi, dan keamanan prosedur operasi.

Gambar 1: Produk Inovasi Biomaterial Miniplate dan Screw
Inovasi ini memiliki keunggulan pada desain miniplate yang bersifat malleable atau mudah dibentuk mengikuti kontur tulang wajah, sehingga memberikan stabilitas fiksasi yang lebih baik. Selain itu, penggunaan screw titanium dengan fitur self-tapping memungkinkan pemasangan lebih cepat dan efisien tanpa proses tambahan, sehingga dapat mempersingkat waktu operasi dan meminimalkan trauma jaringan tulang.

Gambar 2: Pengaplikasian Miniplate dan Screw untuk Implan Craniomaxillofacial
Pengembangan produk dilakukan melalui tahapan desain berbasis CAD, simulasi mekanik menggunakan Finite Element Analysis (FEA), hingga pengujian mekanik dan fungsional untuk memastikan kualitas serta keamanan produk. Material titanium yang digunakan juga memiliki keunggulan biokompatibilitas tinggi, tahan korosi, dan mendukung proses penyembuhan tulang secara optimal.
Terkait hal tersebut, Prof. Sugeng Supriadi, S.T., M.S.Eng., Ph.D. selaku inventor utama menegaskan bahwa “ke depan, inovasi ini tidak hanya berhenti pada pengembangan produk, tetapi diarahkan menuju sistem implan yang terpersonalisasi, terintegrasi dengan teknologi digital, serta dapat diproduksi secara mandiri di dalam negeri sehingga mampu memperkuat kemandirian industri alat kesehatan nasional dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan.”
Sejalan dengan itu, Chairul Hudaya, Ph.D. menyampaikan bahwa “inovasi seperti ini merupakan contoh konkret bagaimana hasil riset dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kami mendorong agar inovasi ini dapat segera dihilirisasi, diproduksi secara luas, dan dimanfaatkan oleh rumah sakit dalam negeri sehingga memperkuat ekosistem inovasi serta daya saing industri kesehatan nasional.”
Melalui pendekatan teknologi yang adaptif dan berbasis kebutuhan klinis, inovasi biomaterial miniplate dan screw ini diharapkan mampu menjadi solusi unggulan dalam penanganan fraktur tulang wajah sekaligus mendukung kemandirian industri alat kesehatan di Indonesia.
Artikel Sebelumnya
Integrasikan Budaya Lokal, Peneliti Hadirkan Inovasi Uroflow...Artikel Selanjutnya
Peneliti Kembangkan Sistem Kendali Kapal Otonom Berbasis Kec...