NIVO AI, Inovasi Berbasis AI untuk Dampingi Perjalanan Berhenti Merokok
Artikel Inovasi
M. Iqram (Mu'Iq)

NIVO AI, Inovasi Berbasis AI untuk Dampingi Perjalanan Berhenti Merokok

Tingginya angka perokok di Indonesia masih menjadi tantangan besar dalam bidang kesehatan masyarakat. Berdasarkan data World Health Organization (WHO), sekitar 225.700 orang di Indonesia meninggal setiap tahun akibat paparan nikotin. Berangkat dari pengalaman personal pendirinya yang kehilangan anggota keluarga akibat penyakit paru-paru karena rokok, startup NIVO menghadirkan solusi inovatif berbasis teknologi untuk membantu proses berhenti merokok secara lebih aman dan berkelanjutan.

Inovasi NIVO diawali dengan pengembangan permen berbasis cytisine, senyawa alami yang membantu menekan keinginan merokok tanpa kandungan nikotin. Namun, dalam pengembangannya ditemukan bahwa banyak pengguna masih membutuhkan sensasi menyerupai aktivitas merokok. Dari sinilah lahir NIVO Diffuser, perangkat aromaterapi tanpa nikotin yang telah melalui uji laboratorium dan dipastikan tidak mengandung nikotin, formaldehida, maupun diacetyl.

Untuk menjawab tantangan konsistensi pengguna dalam berhenti merokok, NIVO kemudian mengembangkan NIVO AI, aplikasi personalized habit tracker berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Cognitive Behavioral Therapy (CBT). Aplikasi ini dikembangkan melalui kolaborasi dengan Universitas Indonesia dan didukung pendanaan melalui program UI Incubate.

Gambar : Prototype NIVO AI

Chairul Hudaya, Ph.D., Direktur Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi Universitas Indonesia, menyampaikan bahwa dukungan pendanaan dan pendampingan melalui UI Incubate merupakan bagian dari strategi UI dalam mendorong hilirisasi riset yang berdampak langsung bagi masyarakat. “UI Incubate dirancang untuk menjembatani hasil riset dan kebutuhan nyata di masyarakat. Melalui pendanaan dan pendampingan yang terstruktur, kami mendorong startup berbasis riset seperti NIVO agar dapat berkembang menjadi solusi yang aplikatif, berkelanjutan, dan memiliki dampak sosial yang nyata,” ujarnya.

Melalui NIVO AI, pengguna dapat memperoleh dukungan berupa AI-powered craving support, habit tracker, sistem reward dan milestone, hingga personal analytics yang membantu memantau perkembangan proses berhenti nikotin secara lebih personal dan konsisten.

CEO NIVO, Tiara Zahra Shafira, menyampaikan bahwa inovasi ini tidak hanya berfokus pada pengembangan aplikasi, tetapi juga pada penciptaan sistem pendampingan yang berkelanjutan bagi pengguna. “Kami berharap NIVO dapat tumbuh sebagai ekosistem yang menghubungkan riset ilmiah, teknologi, dan perubahan perilaku, sehingga mampu mendampingi pengguna secara konsisten dalam perjalanan berhenti nikotin,” ujarnya.

Melalui pendekatan berbasis sains, teknologi, dan perubahan perilaku, NIVO diharapkan dapat menjadi solusi inovatif dalam mendukung masyarakat Indonesia untuk lepas dari ketergantungan nikotin secara lebih sehat dan berkelanjutan.