PerioUICare, Inovasi Aplikasi Teledentistry untuk Perawatan Penyakit Gusi
Penyakit periodontal masih menjadi salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut dengan prevalensi tinggi di Indonesia. Menjawab kebutuhan layanan kesehatan yang lebih mudah diakses, khususnya pascapandemi COVID-19, tim peneliti Universitas Indonesia mengembangkan PerioUICare, aplikasi mobile berbasis teledentistry untuk mendukung perawatan periodontal secara praktis dan berkelanjutan.
PerioUICare dirancang untuk membantu pasien menjaga kesehatan jaringan pendukung gigi melalui pendekatan edukatif dan pemantauan mandiri. Aplikasi ini memadukan teknologi digital dengan prinsip perawatan periodontal sehingga pasien tetap mendapatkan pendampingan meskipun berada di luar fasilitas kesehatan.

Gambar 1: Loading screen dari PerioUICare
Fitur utama aplikasi mencakup data medis status periodontal pasien, konten edukasi kesehatan gigi dan mulut, hasil pemeriksaan, serta pengingat jadwal perawatan dan kunjungan lanjutan. Melalui sistem reminder, pasien juga dibantu untuk menjaga kebiasaan menyikat gigi dan kebersihan rongga mulut secara rutin.
Selain bermanfaat bagi pasien, aplikasi ini turut membantu dokter gigi dalam memantau perkembangan kondisi pasien melalui data medis dan riwayat pemeriksaan yang tersimpan dalam sistem. Dengan demikian, proses perawatan menjadi lebih terstruktur dan terintegrasi.
Sebagai Inventor utama, drg. Benso Sulijaya, Sp.Perio(K), Ph.D.,menyampaikan harapan kedepan mengenai inovasi ini.
“PerioUICare merupakan buah pemikiran kami dan tim dengan bentuk integrasi teknologi yang lahir dari kebutuhan akan sistem deteksi dini penyakit gusi yang lebih aksesibel, terintegrasi dan berdampak untuk masyarakat” ujarnya.

Gambar 2: Halaman list konten edukasi untuk pasien PerioUICare.
PerioUICare juga telah digunakan dalam penelitian Randomized Clinical Trial di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Indonesia pada periode April hingga November 2022. Hasil pengembangan inovasi ini bahkan dipresentasikan pada konferensi internasional The 14th Asian Pacific Society of Periodontology Meeting (APSP) di Bangkok, Thailand, dan dipublikasikan pada sejumlah jurnal internasional bereputasi.
Sejalan dengan hal tersebut, Chairul Hudaya, Ph.D., Direktur Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi Universitas Indonesia, menyampaikan bahwa PerioUICare merupakan contoh konkret hilirisasi riset berbasis kebutuhan masyarakat.
“Inovasi seperti PerioUICare menunjukkan bagaimana hasil riset di Universitas Indonesia dapat diterjemahkan menjadi solusi digital yang aplikatif dan berdampak langsung. Aplikasi ini tidak hanya menjawab tantangan layanan kesehatan di masa pandemi, tetapi juga membuka peluang pengembangan layanan kesehatan digital yang berkelanjutan,” ujarnya.
“Melalui dukungan ekosistem inovasi dan hilirisasi, kami mendorong agar hasil penelitian tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat dan pemangku kepentingan,” ujar Chairul Hudaya, Ph.D.
Melalui pendekatan digital yang praktis dan edukatif, PerioUICare diharapkan dapat menjadi solusi inovatif dalam memperluas akses layanan kesehatan gigi dan mulut serta mendukung transformasi layanan kesehatan berbasis teknologi di Indonesia.
Artikel Sebelumnya
Jokeen Energy Hadirkan Smart Renewable Energy Wind Turbines...Artikel Selanjutnya
NIVO AI, Inovasi Berbasis AI untuk Dampingi Perjalanan Berhe...