Low-Cost Mini Patient Health Monitor, Inovasi Alat Pemantau Kesehatan Portabel Karya UI
Prof. Dr. Ir. Raldi Artono Koestoer, DEA dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia mengembangkan inovasi alat pemantau kesehatan pasien bernama Low-Cost Mini Patient Health Monitor. Inovasi ini dirancang untuk menjawab tantangan perangkat monitoring konvensional yang umumnya berukuran besar, kurang praktis, serta banyak menggunakan sensor sekali pakai yang menghasilkan limbah medis.
Alat ini mampu memantau lima tanda vital utama, yaitu detak jantung, saturasi oksigen, suhu tubuh, suhu kulit, dan frekuensi pernapasan. Seluruh parameter tersebut dapat diperoleh hanya dengan meletakkan jari pada area sensor, sehingga proses pemeriksaan menjadi lebih cepat, non-invasif, dan mudah digunakan.
Dari sisi teknologi, perangkat memanfaatkan mikroprosesor Arduino UNO R3, sensor MAX30100, serta modul Bluetooth HC-05 untuk mengirimkan data ke aplikasi Android secara real-time. Melalui integrasi tersebut, hasil pemantauan kesehatan dapat ditampilkan langsung pada perangkat gawai pengguna.

Gambar: Produk Low-Cost Mini Patient Health Monitor
Keunggulan lain dari inovasi ini terletak pada desainnya yang portabel dan reusable. Berbeda dari alat monitoring konvensional yang menggunakan sensor sekali pakai, perangkat ini dapat digunakan berulang kali sehingga lebih hemat biaya dan ramah lingkungan. Pengembangan purwarupa juga dilakukan menggunakan teknologi 3D printing agar alat memiliki desain yang ringkas dan ergonomis.
Direktur Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi UI, Chairul Hudaya, PhD, menilai inovasi ini sebagai contoh nyata pengembangan teknologi kesehatan yang aplikatif dan terjangkau.
“Inovasi seperti Low-Cost Mini Patient Health Monitor menunjukkan bagaimana riset di universitas dapat menghasilkan solusi teknologi kesehatan yang aplikatif, terjangkau, dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Melalui pendekatan rekayasa dan teknologi digital, Low-Cost Mini Patient Health Monitor diharapkan dapat menjadi solusi pemantauan kesehatan yang efisien, mudah diakses, serta mendukung transformasi layanan kesehatan berbasis teknologi di Indonesia.
Artikel Sebelumnya
Teknologi GNSS Terintegrasi Sensor Suhu, Inovasi UI untuk Pe...Artikel Selanjutnya
Peneliti FKG UI Kembangkan Konjac Glukomanann sebagai Antiba...