Teknologi GNSS Terintegrasi Sensor Suhu, Inovasi UI untuk Pemantauan Lingkungan Presisi
Artikel Inovasi
M. Iqram (Mu'Iq)

Teknologi GNSS Terintegrasi Sensor Suhu, Inovasi UI untuk Pemantauan Lingkungan Presisi

Tim peneliti Universitas Indonesia (UI) yang dipimpin oleh Assoc. Prof. Lin Yola, Ph.D. berhasil mengembangkan inovasi alat berbasis Global Navigation Satellite System (GNSS) yang terintegrasi dengan sensor suhu. Teknologi ini dirancang untuk melakukan sinkronisasi waktu dan pengurangan eror secara otomatis sehingga mampu menghasilkan data spasial dan suhu yang lebih presisi.

Selama ini, data posisi dan suhu umumnya dikumpulkan secara terpisah sehingga informasi spasial tidak selalu tersinkronisasi pada waktu yang sama. Melalui inovasi ini, kedua data dapat diproses secara real-time dalam satu sistem terintegrasi, menghasilkan informasi yang lebih akurat dan siap digunakan untuk berbagai kebutuhan pemantauan lingkungan.

Sistem ini memanfaatkan Raspberry Pi 3.0 Model B+ dan perangkat lunak Node-Red sebagai pengendali utama yang mengatur komunikasi antara penerima sinyal GNSS dan sensor suhu BME280. Integrasi dengan RTCM3 RTK melalui TCP/IP juga memungkinkan koreksi posisi secara simultan untuk meningkatkan akurasi data.

Hasil keluaran sistem berupa file data (.csv) yang memuat informasi lengkap seperti tanggal, waktu, lintang, bujur, kualitas sinyal, kecepatan, hingga suhu yang telah tersinkronisasi secara otomatis. Dengan desain portabel dan konsumsi daya rendah, alat ini dapat digunakan dalam berbagai kondisi lapangan.

Menurut Lin Yola, inovasi ini diharapkan menjadi solusi strategis untuk mendukung sistem pemantauan lingkungan berbasis lokasi di Indonesia. “Kami berharap sistem ini dapat menjadi inisiasi strategis bagi pengembangan teknologi pemantauan lingkungan yang lebih komprehensif dan terintegrasi, sekaligus mendorong pemanfaatan GNSS berbasis waktu nyata di berbagai sektor nasional,” ujar Lin Yola.

Direktur Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi UI, Chairul Hudaya, Ph.D., menilai inovasi ini sebagai bukti nyata kontribusi riset UI terhadap pengembangan teknologi nasional “Karya ini menunjukkan bahwa peneliti Universitas Indonesia mampu menghadirkan solusi teknologi yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan bangsa,” tutur Chairul Hudaya.

Gambar: Sistem Global Navigation Satellite System (GNSS) Terintegrasi dengan Sensor Suhu

Ke depan, sistem ini berpotensi dikembangkan lebih lanjut melalui integrasi sensor lingkungan lainnya, seperti kelembapan dan kualitas udara, guna mendukung sistem pemantauan berbasis Internet of Things (IoT) yang lebih luas dan terintegrasi.