UI Dukung MOLITAV, Alat Monitoring Pasien Non-Invasif untuk Perkuat Kemandirian Alat Kesehatan Nasional
Artikel Inovasi
M. Iqram (Mu'Iq)

UI Dukung MOLITAV, Alat Monitoring Pasien Non-Invasif untuk Perkuat Kemandirian Alat Kesehatan Nasional

Keterbatasan alat monitoring yang invasif, tidak portabel, dan belum terhubung secara real-time hingga saat ini masih mewarnai permasalahan pemeriksaan kesehatan di Indonesia. Kondisi ini mengakibatkan lambatnya pelayanan medis, meningkatkan biaya, serta membuat akses terhadap alat kesehatan tidak merata, terutama di fasilitas kesehatan kelas C ke bawah. Hingga tahun 2002, data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa hanya sekitar 16,4% fasilitas kesehatan di Indonesia yang memiliki alat monitoring pasien, dimana 94% dari alat tersebut masih merupakan produk impor. 

Situasi tersebut mendorong lahirnya MOLITAV, alat inovasi pemantauan pasien yang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan sistem kesehatan yang lebih cepat, efisien, dan mandiri. Alat ini hadir sebagai perangkat monitoring pasien berbasis loT, yang memungkinkan pengguna dapat memantau kondisi tubuhnya hanya dengan meletakkan jadi pada sensor, tanpa perlu pengambilan darah atau menembus permukaan kulit. 

Gambar: Alat Monitoring Pasien Non-Invasif, Cepat, dan Portabel

Hasil pemeriksaan dapat diperoleh dalam waktu satu menit, dan data dikirim langsung ke dashboard tenaga medis secara real-time. Inovasi ini menjadikan pemeriksaan kesehatan jauh lebih praktis dan nyaman, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan mandiri (self-monitoring dan self-decision making).

Tujuan utama MOLITAV adalah menghadirkan alat pemantauan pasien yang dapat digunakan secara luas, termasuk di daerah-daerah dengan keterbatasan fasilitas medis. Keberadaan alat ini diharapkan dapat mempercepat proses pemeriksaan, menekan biaya layanan, serta meningkatkan kemandirian masyarakat dalam memantau kesehatannya sendiri. Lebih jauh, pengembangan MOLITAV juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi dengan membuka peluang bagi UMKM lokal untuk turut serta dalam produksi alat kesehatan dalam negeri. Dengan demikian, MOLITAV tidak hanya menjawab tantangan di bidang medis, tetapi juga menjadi motor penggerak bagi kemandirian industri alat kesehatan nasional.

Sebagaimana disampaikan oleh Direktur Direktorat Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi Universitas Indonesia (DIRBT UI), Dr. Chairul Hudaya, Ph.D., “Inovasi seperti MOLITAV adalah bentuk nyata kontribusi sivitas akademika dalam memperkuat kemandirian bangsa di bidang kesehatan. Produk ini menunjukkan bahwa riset dapat berdampak langsung bagi masyarakat jika diiringi dengan semangat kewirausahaan dan keberlanjutan.”

Menutup pernyataannya, Juan Karnadi, selaku CEO MOLITAV, menyampaikan harapan kolaboratifnya, “Harapannya ya semua bisa bersinergi. Anda punya latar belakang teknik, medis, atau bahkan hanya semangat belajar — Anda bisa terlibat. Kita bisa kok menciptakan alat-alat kesehatan buatan anak bangsa dan memperbaiki mekanisme pemeriksaan kesehatan di Indonesia yang masih banyak manual di 80% fasilitas kesehatan kita sendiri. Mari kita jadikan teknologi ini sebagai alat perjuangan untuk kemandirian kesehatan Indonesia.”

Dengan prinsip cepat, portabel, dan non-invasif, MOLITAV menegaskan posisinya sebagai inovasi strategis yang tidak hanya membawa manfaat bagi sektor kesehatan, tetapi juga memperkuat ekosistem teknologi medis buatan Indonesia menuju masa depan yang lebih mandiri dan berdaya.