Teknologi Edge Computing Berbasis AI Bantu Nelayan Catat Hasil Tangkapan Lebih Akurat
Sektor perikanan Indonesia masih menghadapi tantangan dalam pencatatan hasil tangkapan ikan yang sering dilakukan secara manual. Kondisi ini membuat data tangkapan rentan tidak akurat dan menyulitkan pengawasan sumber daya laut. Menjawab persoalan tersebut, Dr. Eng. Muhammad Arif Budiyanto, S.T., M.T. dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia bersama tim peneliti mengembangkan alat identifikasi ikan hasil tangkapan berbasis kecerdasan buatan menggunakan perangkat edge computing pada kapal penangkap ikan.
Inovasi ini memanfaatkan kamera beresolusi tinggi, artificial neural network, dan algoritma Deep Sort untuk mengenali spesies ikan, menghitung jumlah tangkapan, serta memberikan identitas unik pada setiap ikan secara otomatis. Seluruh proses analisis dilakukan langsung di perangkat yang terpasang di kapal tanpa memerlukan koneksi internet secara terus-menerus.

Gambar: Sistem pemantaun elektronik hasil tangkapan ikan
Selain itu, sistem juga dilengkapi GPS dan sensor Inertial Measurement Unit (IMU) untuk merekam lokasi serta kondisi kapal saat proses penangkapan berlangsung. Data hasil tangkapan kemudian akan tersimpan otomatis dan dikirimkan ke server ketika jaringan tersedia.
Dibandingkan sistem konvensional, teknologi ini menawarkan sejumlah keunggulan, mulai dari proses identifikasi real-time, pencatatan otomatis tanpa intervensi manusia, hingga desain perangkat yang tahan terhadap kondisi ekstrem di laut.
Menurut Dr. Eng. Muhammad Arif Budiyanto, S.T., M.T., selaku peneliti pengembang inovasi ini berharap agar alat ini dapat kebijakn pemerintah. “alat identifikasi ikan berbasis kecerdasan buatan ini diharapkan dapat mendukung kebijakan dari KKP (Pemerintah) sehingga para pengusaha kapal diatas 30 GT dapat memanfaatkan teknologi ini” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Chairul Hudaya, Ph.D., selaku Direktur” Direktorat Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi (DIRBT) Universitas Indonesia, menyampaikan bahwa inovasi ini merupakan contoh konkret bagaimana hasil riset kampus dapat memberi manfaat langsung bagi masyarakat. “Alat identifikasi ikan berbasis AI ini adalah bentuk nyata kontribusi UI dalam menjawab kebutuhan industri dan mendukung agenda nasional menuju ekonomi biru. Teknologi seperti ini menunjukkan bagaimana riset kampus dapat memberikan dampak positif terhadap tata kelola sumber daya laut yang lebih berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui inovasi ini, Universitas Indonesia berharap digitalisasi sektor perikanan dapat berjalan lebih efektif sekaligus mendukung pengelolaan sumber daya laut yang transparan, efisien, dan berkelanjutan.
Artikel Sebelumnya
SWM, Teknologi Pemetaan Laut Dangkal Berbasis Satelit Karya...Artikel Selanjutnya
UI Dukung MOLITAV, Alat Monitoring Pasien Non-Invasif untuk...