Superheated Steam Incinerator UI: Inovasi Terintegrasi untuk Pengolahan Sampah dan Energi Bersih Berkelanjutan
Artikel Inovasi
M. Iqram (Mu'Iq)

Superheated Steam Incinerator UI: Inovasi Terintegrasi untuk Pengolahan Sampah dan Energi Bersih Berkelanjutan

Indonesia menghadapi tantangan besar berupa tingginya volume sampah perkotaan dan keterbatasan pengelolaan limbah, sementara di sisi lain memiliki potensi biomassa lebih dari 146 juta ton yang belum dimanfaatkan optimal. Sebagian besar sampah masih berakhir di TPA yang sudah melebihi kapasitas, menimbulkan dampak lingkungan dan kesehatan.

Salah satu kendala utama adalah tingginya kadar air pada sampah kota yang membuat proses pembakaran tidak efisien, menghasilkan emisi berbahaya seperti karbon monoksida dan dioksin.

Menjawab tantangan tersebut, tim peneliti Universitas Indonesia (UI) bersama PT Bumi Resik Nusantara Raya mengembangkan Sistem Pengolahan Sampah Berbasis Superheated Steam Incinerator yang menggabungkan teknologi pembakaran bertahap, simulasi digital, dan manajemen pengetahuan.

Sistem ini menggunakan intermittent furnace dengan tiga tahap proses, yaitu pengeringan, pirolisis/gasifikasi, dan pembakaran arang. Pendekatan ini memungkinkan sampah dikeringkan terlebih dahulu sebelum dibakar sehingga proses menjadi lebih efisien, stabil, dan minim asap.

Dari sisi desain, teknologi ini juga memanfaatkan digital twin melalui Aspen Plus dan Computational Fluid Dynamics (CFD) untuk memodelkan aliran panas dan distribusi suhu secara presisi sebelum prototipe fisik dibuat. Selain itu, sistem dilengkapi kerangka Knowledge Management serta Model Scale Incinerator sebagai alat validasi dan pelatihan.

Hasil awal menunjukkan peningkatan efisiensi pembakaran, penurunan emisi gas berbahaya, serta pengurangan risiko overheating pada sistem. Teknologi ini juga berpotensi diterapkan sebagai standar nasional pengolahan sampah di berbagai TPST di Indonesia.

Saat ini, pengembangan memasuki tahap Detailed Engineering Design dan pembangunan prototipe skala ajar, yang menjadi fase penting sebelum menuju sertifikasi dan komersialisasi.

Menurut Prof. Adi Surjosatyo, Ph.D., inovasi ini diharapkan dapat membantu optimalisasi pengelolaan sampah di TPST serta mendorong kolaborasi lintas sektor untuk implementasi yang lebih luas.

Sementara itu, Chairul Hudaya, Ph.D., Direktur Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi Universitas Indonesia (DIRBT UI), menyampaikan bahwa inovasi ini merupakan bukti nyata kontribusi riset kampus terhadap persoalan nasional.

“Masalah sampah adalah isu yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat, dan teknologi seperti ini membuktikan bahwa riset perguruan tinggi bisa berperan nyata dalam menanganinya,” ujar Chairul.

Melalui kolaborasi triple helix antara UI, industri, dan lembaga riset, inovasi ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis menuju sistem pengelolaan sampah yang lebih efisien, berkelanjutan, dan berbasis energi bersih di Indonesia.