Inovasi Dinding Panel Bambu Bio-PCM untuk Pengatur Suhu Ruangan Ramah Lingkungan
Pengembangan teknologi bangunan berkelanjutan terus mendorong lahirnya inovasi yang mampu meningkatkan efisiensi energi sekaligus kenyamanan hunian. Menjawab kebutuhan tersebut, Dr.-Ing. Ova Candra Dewi, S.T., M.Sc. mengembangkan dinding panel bambu berbasis bio-PCM dari minyak kelapa sebagai solusi pengatur suhu ruangan yang ramah lingkungan.

Gambar 1. (a) prinsip pemasangan panel (b) prototype panel
Inovasi ini memanfaatkan bambu sebagai material utama sekaligus wadah penyimpanan bio-PCM berbasis minyak kelapa. Panel dirancang modular dengan sistem pemasangan geser sehingga memudahkan instalasi, pengisian material, dan perawatan. Teknologi ini dinilai adaptif untuk berbagai jenis bangunan, baik sebagai dinding maupun elemen interior.
Prinsip kerja panel bambu bio-PCM memanfaatkan sifat perubahan fasa minyak kelapa. Saat suhu meningkat, bio-PCM menyerap panas dan berubah menjadi cair sehingga membantu menahan kenaikan suhu ruangan. Sebaliknya, ketika suhu menurun, material kembali memadat dan melepaskan panas yang tersimpan. Seluruh proses berlangsung secara pasif tanpa memerlukan tambahan energi listrik.
Sebagai inventor utama, Dr.-Ing. Ova Candra Dewi, S.T., M.Sc. menjelaskan bahwa inovasi ini dirancang untuk menghadirkan solusi penstabil suhu ruang yang sesuai dengan kondisi iklim tropis Indonesia. “Kami ingin teknologi yang dapat diadopsi bertahap, ramah lingkungan, dan dapat mengurangi penggunaan energi pendingin maupun penghangat ruangan,” ujarnya.
Direktur Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi Universitas Indonesia, Chairul Hudaya, PhD, menilai inovasi ini sebagai contoh riset yang memiliki potensi implementasi luas dalam sektor konstruksi hijau. “Dinding panel bambu bio-PCM merupakan contoh bagaimana riset universitas dapat menghadirkan solusi aplikatif berbasis keberlanjutan. Inovasi seperti ini memiliki potensi besar untuk dihilirisasi dan dikembangkan lebih lanjut dalam industri konstruksi hijau,” ujarnya.

Gambar 2: (a)eksterior prototipe rumah bambu dan (b) interior dinding tabung bambu
Dengan mengusung material alami, sistem kerja pasif, dan desain modular yang fleksibel, inovasi panel bambu bio-PCM ini diharapkan menjadi alternatif teknologi pengendali suhu bangunan yang lebih hemat energi, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan iklim tropis Indonesia.
Artikel Sebelumnya
Inovasi Implan Pergelangan Kaki Berbasis Stainless Steel unt...Artikel Selanjutnya
Kotak Tenang Modular, Inovasi Ruang Inklusif untuk Individu...