Fronsciers Hadirkan Platform Publikasi Ilmiah Berbasis Blockchain dan AI
Artikel Inovasi
M. Iqram (Mu'Iq)

Fronsciers Hadirkan Platform Publikasi Ilmiah Berbasis Blockchain dan AI

Model publikasi ilmiah konvensional masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari tingginya biaya publikasi, proses penerbitan yang panjang, hingga keterbatasan akses terhadap hasil riset. Kondisi ini menjadi hambatan bagi banyak peneliti, terutama di negara berkembang, untuk menyebarluaskan hasil penelitian secara lebih terbuka dan adil.

Menjawab tantangan tersebut, Fronsciers hadir sebagai platform publikasi ilmiah terdesentralisasi yang menggabungkan teknologi blockchain dan kecerdasan buatan (AI). Platform ini menawarkan biaya publikasi mulai dari US$50 per artikel atau jauh lebih rendah dibandingkan model konvensional, dengan waktu publikasi maksimal 14 hari tanpa mengalihkan hak cipta penulis.

Gambar 1: Perbedaan fronsciers.com dengan platfrom publikasi yang ada saat ini

Fronsciers mengembangkan sistem peer-to-peer knowledge network melalui teknologi DOCI (Direct On-Chain Identifier) untuk mencatat kepemilikan karya ilmiah secara permanen di blockchain. Selain itu, platform ini menghadirkan sistem reputasi digital dan skema insentif yang memungkinkan penulis serta peer reviewer memperoleh manfaat dari interaksi terhadap karya ilmiah mereka.

Tak hanya menyediakan layanan publikasi open-access, Fronsciers juga menghadirkan inovasi berupa kartu identitas digital peneliti berbasis NFC untuk mempermudah kolaborasi dan verifikasi akademik. Melalui inovasi ini, Fronsciers berupaya menciptakan ekosistem pengetahuan yang lebih terbuka, inklusif, dan berkeadilan.

Gambar 2: Mekanisme monetisasi pada platfrom fronsciers.com

CEO Fronsciers, Rejoel Mangasa Siagian menyampaikan bahwa platform ini hadir untuk membangun jejaring pengetahuan global yang memberikan kendali lebih besar kepada peneliti atas karya dan reputasinya. Sementara itu, Direktur Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi UI, Chairul Hudaya, Ph.D., menilai Fronsciers menjadi salah satu contoh inovasi kampus yang mampu menghadirkan solusi transformatif bagi dunia akademik global.

Melalui semangat kolaborasi dan inklusivitas, Fronsciers berupaya menciptakan ekosistem akademik baru yang lebih terbuka, berkeadilan, dan berorientasi pada dampak. Inovasi ini menjadi langkah nyata menuju masa depan di mana ilmu pengetahuan tidak lagi dibatasi oleh biaya, hierarki, atau monopoli, melainkan menjadi milik bersama untuk kemajuan umat manusia.