DIRBT UI Jajaki Kolaborasi Riset dan Hilirisasi Teknologi Bersama Pusat Mikroelektronika ITB
Berita Terkini
M. Iqram (Mu'Iq)

DIRBT UI Jajaki Kolaborasi Riset dan Hilirisasi Teknologi Bersama Pusat Mikroelektronika ITB

Depok, 2 Juni 2026 — Direktorat Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi (DIRBT) Universitas Indonesia menerima kunjungan tim peneliti dari Pusat Mikroelektronika Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam rangka menjajaki peluang kolaborasi di bidang riset, pengembangan teknologi, dan hilirisasi hasil penelitian. Pertemuan yang berlangsung di Gedung Science Techno Park (STP) UI ini menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antarperguruan tinggi guna mendorong lahirnya inovasi yang berdampak bagi industri dan masyarakat.

Kunjungan tersebut dihadiri oleh Direktur Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi UI, Chairul Hudaya, Ph.D., beserta jajaran DIRBT UI. Sementara itu, delegasi Pusat Mikroelektronika ITB dipimpin oleh Dr. Budi Rahardjo selaku Kepala Pusat Mikroelektronika ITB, didampingi Ir. Adi Indrayanto, M.Sc., Ph.D., dan Dr. Ir. Farkhad Ihsan Hariadi, M.Sc., yang merupakan dosen sekaligus peneliti dari Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB.

Dalam diskusi, kedua institusi mengeksplorasi berbagai peluang kerja sama yang berfokus pada pengembangan teknologi, penelitian kolaboratif, serta percepatan hilirisasi hasil riset. Sejumlah bidang strategis yang menjadi topik pembahasan meliputi mikroelektronika, sistem cerdas, teknologi digital, hingga penguatan kapasitas riset yang relevan dengan kebutuhan dunia industri dan tantangan pembangunan nasional.

Sebagai salah satu pusat riset unggulan di Indonesia, Pusat Mikroelektronika ITB memiliki kompetensi dalam pengembangan teknologi mikroelektronika, semikonduktor, sistem tertanam (embedded systems), telekomunikasi, dan berbagai teknologi elektronik mutakhir. Keahlian tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk dikolaborasikan dengan berbagai program inovasi dan hilirisasi yang tengah dikembangkan Universitas Indonesia.

Direktur Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi UI, Chairul Hudaya, Ph.D., menyampaikan bahwa kolaborasi lintas perguruan tinggi merupakan faktor penting dalam mempercepat transformasi hasil penelitian menjadi inovasi yang memberikan manfaat nyata. "Universitas Indonesia terus membuka ruang kolaborasi strategis dengan berbagai mitra akademik maupun industri untuk mempercepat hilirisasi hasil riset. Pusat Mikroelektronika ITB memiliki kompetensi yang sangat kuat dalam pengembangan teknologi maju. Kami berharap sinergi ini mampu memperkuat ekosistem inovasi, mempercepat proses hilirisasi, serta menghasilkan solusi teknologi yang mendukung peningkatan daya saing Indonesia," ujar Chairul Hudaya, Ph.D.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan riset tidak hanya ditentukan oleh luaran akademik, tetapi juga oleh kemampuan hasil penelitian untuk diimplementasikan dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat. "Riset yang berkualitas adalah riset yang mampu menjawab kebutuhan nyata. Karena itu, kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat seluruh rantai inovasi, mulai dari penelitian, pengembangan teknologi, perlindungan kekayaan intelektual, hingga komersialisasi hasil riset," tambahnya.

Selain membahas potensi penelitian bersama, pertemuan ini juga menjadi wadah pertukaran pengalaman mengenai pengelolaan inovasi, penguatan kekayaan intelektual, pengembangan pusat unggulan teknologi, serta strategi hilirisasi yang efektif. Kedua institusi sepakat bahwa kolaborasi antarlembaga riset menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem inovasi nasional dan meningkatkan daya saing teknologi Indonesia di tingkat global.

Melalui penjajakan kerja sama ini, Universitas Indonesia dan Pusat Mikroelektronika ITB berharap dapat mengembangkan berbagai program kolaboratif yang mampu memperkuat kapasitas riset kedua institusi sekaligus mempercepat lahirnya inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi industri, masyarakat, dan pembangunan nasional.