DIRBT UI dan FK UI Perkuat Sinergi Hilirisasi Riset serta Pengembangan Pendanaan Inovasi
Depok, 4 Juni 2026 — Direktorat Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi (DIRBT) Universitas Indonesia menerima kunjungan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) untuk membahas penguatan kolaborasi dalam pengembangan riset, inovasi, serta percepatan hilirisasi hasil penelitian. Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam mendorong hasil riset di bidang kesehatan agar semakin siap diimplementasikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat maupun dunia industri.
Diskusi difokuskan pada berbagai tantangan yang dihadapi dalam proses hilirisasi riset, mulai dari pengembangan inovasi hingga upaya menyelaraskan hasil penelitian dengan kebutuhan industri. Kedua pihak sepakat bahwa kolaborasi yang lebih erat antara peneliti, pengelola inovasi, dan mitra industri perlu dibangun sejak tahap awal penelitian agar proses transformasi hasil riset menuju pemanfaatan dapat berjalan lebih efektif.
Dalam pertemuan tersebut disampaikan bahwa Fakultas Kedokteran UI memiliki potensi besar dalam menghasilkan riset dan inovasi di bidang kesehatan. Namun, sebagian hasil penelitian masih menghadapi kendala ketika memasuki tahap pengembangan dan komersialisasi karena belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan pasar maupun mitra industri.
Pembahasan juga menyoroti pentingnya dukungan pendanaan dan kemitraan strategis dalam mempercepat hilirisasi inovasi. Salah satu tantangan yang diidentifikasi adalah persyaratan kontribusi pendanaan dari mitra industri, khususnya perusahaan BUMN, yang pada kondisi tertentu dapat memengaruhi proses pengajuan program riset dan inovasi.
Sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendanaan, DIRBT UI memperkenalkan berbagai skema yang dapat dimanfaatkan oleh para peneliti, termasuk pendanaan RISPRO. Skema ini memberikan peluang bagi peneliti untuk mengajukan proposal berdasarkan rekam jejak keilmuan dan dukungan mitra industri tanpa harus memiliki prototipe dengan tingkat kesiapterapan teknologi tertentu pada tahap awal. Pendekatan tersebut diharapkan dapat mempercepat pengembangan riset-riset unggulan, khususnya di bidang kesehatan dan kedokteran.
Selain itu, kedua pihak turut mendiskusikan pengembangan mekanisme pendanaan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan penelitian. Salah satu gagasan yang mengemuka adalah penyelenggaraan call for proposal berbasis kebutuhan industri, serupa dengan skema Ajakan Industri Hiliriset, sehingga topik penelitian yang didanai dapat lebih selaras dengan tantangan dan kebutuhan dunia usaha.
Melalui pertemuan ini, DIRBT UI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem riset dan inovasi di Universitas Indonesia melalui dukungan pendanaan, pendampingan hilirisasi, serta perluasan jejaring kolaborasi dengan berbagai mitra. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat lahirnya inovasi berbasis riset yang memberikan dampak nyata bagi industri, masyarakat, dan pembangunan nasional.
Artikel Sebelumnya
DIRBT UI Berpartisipasi dalam Midterm Review Mission PRIME S...Artikel Selanjutnya
Program Inkubasi IKM Jabar Istimewa 2026 Hadirkan Pelatihan...