| No | Nama |
|---|---|
| 1 | Dr. Yuni Krisyuningsih Krisnandi |
| 2 | Zulkarnaen Paputungan |
| 3 | Dr. techn. Djoko Triyono |
| 4 | Dita Arifa Nurani, M.Si., M.Sc |
| 5 | Dyah Utami Cahyaning Rahayu, M.Si. |
| No IPC |
|---|
| - |
| Kategori | Keterangan |
|---|---|
| Potensi Produk |
Nilai Ekonomi: Sangat Tinggi. Indonesia adalah produsen pupuk besar, dan amonia juga digunakan luas di gudang pendingin (cold storage). Sensor berbasis IDC dengan lapisan hibrida zeolit (ZSM-5 dan NaY) ini menawarkan sensitivitas tinggi (hingga 1000 ppm) untuk mendeteksi kebocoran secara dini tanpa perlu kalibrasi suhu yang kompleks.
Nilai Ekonomi: Tinggi. Di tahun 2026, integrasi sensor gas ke dalam infrastruktur Smart City meningkat. Produk ini dapat dikomersialkan sebagai modul sensor amonia untuk memantau kualitas udara di sekitar area pengolahan limbah atau peternakan intensif, yang datanya dikirimkan langsung ke cloud.
Nilai Ekonomi: Optimal. Konsentrasi amonia pada napas manusia merupakan indikator penyakit ginjal kronis. Kemampuan sensor ini bekerja pada suhu ruang memungkinkan pengembangan alat screening non-invasif yang portabel dan murah bagi klinik mandiri atau puskesmas. |
| Industri Potensial |
|
Informasi yang ditampilkan dalam Pangkalan Data Kekayaan Intelektual IPIS bersifat informatif dan tidak menjamin keakuratan atau kelengkapan data. Untuk analisis kekayaan intelektual yang menyeluruh, disarankan berkonsultasi dengan Konsultan Kekayaan Intelektual resmi.