PROSES UNTUK MEMPRODUKSI BIOPESTISIDA DARI DAUN TEMBAKAU DENGAN MENGGUNAKAN METODE PIROLISIS DAN PRODUKNYA

Deskripsi

Tembakau merupakan salah satu komoditi yang penting di Indonesia. Selain diproduksi untuk industri rokok, tembakau memiliki potensi sebagai biopestisida yang aman terhadap lingkungan. Pada umumnya pestisida yang digunakan untuk mencegah hama dan penyakit pada tanaman, meninggalkan residu di dalam tanah dan dapat mencemari lingkungan perairan dan tanah. Metode pirolisis yang digunakan untuk memproduksi biopestisida dilakukan dengan rentang suhu, 400oC - 800oC untuk menganalisis perbedaan kandungan yang dihasilkan. Uji kandungan dianalisis dengan metode GCMS. Berdasarkan hasil analisis, terdapat kandungan nikotin, d-limonena, indola, dan piridina yang merupakan bahan aktif dalam biopestisida. Senyawa yang paling dominan pada biopestisida adalah nikotin dengan jumlah 37,5% pada hasil 500oC dan 31,5% pada hasil 600oC. Biopestisida yang diuji ke serangga dan tanaman terbukti efektif untuk membunuh serangga, yang efektif membunuh kelabang, ketonggeng dan semut dalam waktu 7,43; 4,29; dan 2,37 menit, namun tetap aman bagi tanaman.

Inventor

No Nama
1 Prof. Dr.-Ing. Misri Gozan, M.Tech

Data IPC

No IPC
-

Analisis Potensi Produk

Kategori Keterangan
Potensi Produk
  1. Liquid Bio-Insecticide Concentrates (Konsentrat Biopestisida Cair)

Nilai Ekonomi: Sangat Tinggi. Di tahun 2026, permintaan akan input organik untuk perkebunan besar (seperti sawit dan kopi) melonjak. Dengan kandungan nikotin dominan (31-37%), produk ini menjadi substitusi kuat bagi pestisida golongan neonekotinoid sintetis yang mulai banyak dilarang.

  1. Urban Home & Garden Pest Control (Pestisida Rumah Tangga Ramah Lingkungan)

Nilai Ekonomi: Tinggi. Fokus pada efektivitas membunuh serangga pengganggu (kelabang, semut) dalam hitungan menit seperti hasil uji invensi. Segmen pasar B2C di perkotaan sangat menghargai produk yang "aman bagi tanaman" namun "mematikan bagi hama" tanpa bau kimia menyengat.

  1. Wood Preservative Treatment (Bahan Pengawet Kayu Bio)

Nilai Ekonomi: Optimal. Kandungan senyawa aromatik seperti indola dan piridina hasil pirolisis sangat efektif mencegah serangan rayap dan jamur pada kayu konstruksi. Ini memiliki nilai ekonomi tinggi di industri furnitur ekspor yang mensyaratkan bahan pengawet non-toksik.

Industri Potensial
  1. Industri: Manufaktur Agrokimia & Input Pertanian Organik.
  1. Industri: Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) - Home Care.
  1. Industri: Pengolahan Kayu & Bahan Bangunan.

Informasi yang ditampilkan dalam Pangkalan Data Kekayaan Intelektual IPIS bersifat informatif dan tidak menjamin keakuratan atau kelengkapan data. Untuk analisis kekayaan intelektual yang menyeluruh, disarankan berkonsultasi dengan Konsultan Kekayaan Intelektual resmi.

Detail

No Permohonan P00201402983
Nomor Paten IDP000061213
Tgl Penerimaan -
Judul Permohonan PROSES UNTUK MEMPRODUKSI BIOPESTISIDA DARI DAUN TEMBAKAU DENGAN MENGGUNAKAN METODE PIROLISIS DAN PRODUKNYA
Tgl Mulai Perlindungan -
Tgl Akhir Perlindungan -