Konstruksi Antigen Rekombinan Yang Dimanfaatkan Dalam Uji Diagnostik HIV-1 Berbasis Pendeteksian Antibodi Spesifik GP41 Menggunakan Bagian Immunodominan GP41

Deskripsi

Invensi ini berkaitan dengan konstruksi antigen rekombinan yang dimanfaatkan dalam uji diagnostik HIV-1 berbasis pendeteksian antibodi spesifik GP41 menggunakan bagian immunodominan GP41, khususnya dibidang virologi, imunologi, bioinformatika dan biologi molekuler. Dalam invensi ini dikembangkan antigen yang dapat dimanfaatkan untuk mendeteksi infeksi HIV-1 subtipe yang dominan beredar di Indonesia, namun antigen ini (IDR) didesain sedemikian rupa sehingga dapat dimanfaatkan untuk mendeteksi infeksi HIV-1 sub tipe lain. Susunan asam amino yang digunakan untuk konstruksi antigen dalam invensi ini adalah bagian immunodominan (IDR) GP41 saja dengan 4 (empat) variasi susunan asam amino yang terdiri atas sekuen konsensus HIV-1 sub tipe B, sekuen konsensus sub tipe C, sekuen konsensus subtipe CRFO1_AE, dan sekuen konsensus sub tipe CRFO1_AG. Penyertaan bagian immunodominan (IDR) dari beberapa sub tipe HIV-1, diharapkan dapat meningkatkan pendeteksian antibodi pada infeksi oleh virus HIV-1 yang dominan beredar di Indonesia, namun juga dapat mendeteksi infeksi oleh HIV-1 sub tipe lain.

Inventor

No Nama
1 Dr. dr. Budiman Bela, SpMK (K)
2 Silvia Tri Widyaningtyas, drh, M.Biomed

Data IPC

No IPC
-

Analisis Potensi Produk

Kategori Keterangan
Potensi Produk
  1. HIV-1 Rapid Diagnostic Test (RDT) 4th Gen Kit

Nilai Ekonomi: Sangat Tinggi. Di tahun 2026, pemerintah menargetkan eliminasi HIV pada 2030, sehingga skrining masif di Puskesmas akan meningkat. Produk berupa lateral flow assay yang menggunakan antigen rekombinan GP41 ini akan sangat kompetitif karena mampu mendeteksi antibodi spesifik terhadap berbagai subtipe (B, C, CRF01) dengan sensitivitas tinggi.

  1. ELISA Test Kit for Blood Screening (Bank Darah)

Nilai Ekonomi: Tinggi. Produk ini menargetkan Unit Donor Darah (UDD) PMI dan Laboratorium RS. Dengan menggunakan antigen rekombinan IDR GP41 yang didesain secara bioinformatika, kit ini menawarkan biaya produksi lebih rendah dibandingkan menggunakan antigen virus utuh, namun dengan spesifisitas yang lebih baik untuk populasi Indonesia.

  1. Recombinant Protein Supply (Bahan Baku Antigen)

Nilai Ekonomi: Optimal. Menjadi pemasok bahan baku (antigen rekombinan) bagi produsen alkes lain di dalam maupun luar negeri. Di tahun 2026, Indonesia diproyeksikan menjadi hub produksi bioteknologi di ASEAN; menjual protein rekombinan hasil desain ini sebagai "raw material" adalah strategi low-risk high-reward.

Industri Potensial
  1. Industri: Manufaktur Alat Kesehatan & In Vitro Diagnostics (IVD).
  1. Industri: Bioteknologi Farmasi & Reagensia Laboratorium.
  1. Industri: Bahan Baku Farmasi & Life Sciences.

Informasi yang ditampilkan dalam Pangkalan Data Kekayaan Intelektual IPIS bersifat informatif dan tidak menjamin keakuratan atau kelengkapan data. Untuk analisis kekayaan intelektual yang menyeluruh, disarankan berkonsultasi dengan Konsultan Kekayaan Intelektual resmi.

Detail

No Permohonan P00201600895
Nomor Paten IDP000061515
Tgl Penerimaan -
Judul Permohonan Konstruksi Antigen Rekombinan Yang Dimanfaatkan Dalam Uji Diagnostik HIV-1 Berbasis Pendeteksian Antibodi Spesifik GP41 Menggunakan Bagian Immunodominan GP41
Tgl Mulai Perlindungan -
Tgl Akhir Perlindungan -